Seni Hidup Minimalis, Francine Jay

Isu gaya hidup minimalis semakin marak pada beberapa tahun belakangan. Saya pun alhamdulillah ketularan walaupun cuma beberapa persen melakoninya dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga istiqomah menjalaninya dengan sadar dan bahagia. Tentu saat ini saya tidak bercerita tentang tahapan saya menjalani gaya hidup minimalis. Saya hanya berusaha merangkum buku ini dengan mengambil poin-poin pentingnya.

  1. Kenali kegunaan setiap barang. Ada tiga kategori barang yaitu barang fungsional, barang dekoratif, dan barang emosional. Prinsip yang paling mendasar di sini adalah: jika barang itu membuat anda bahagia, maka letakkanlah di tempat yang terlihat jelas dan nikmati keberadaannya.
  2. Anda bukan barang anda. Ingatlah bahwa kenangan, mimpi, dan cita-cita tidak terbatas pada barang, melainkan ada dalam diri kita sendiri. Barang milik kita bukanlah kita. Yang menentukan siapa kita adalah tindakan, pikiran, dan mereka yang kita cintai.
  3. Sedikit barang = Sedikit Stres.
  4. Sedikit barang = Lebih merdeka.
  5. Lepaskan keterikatan dengan barang. Menurut ajaran Zen dalam agama Budha, agar bisa merasakan kebahagiaan hakiki, kita harus mampu melepaskan ikatan dengan hal-hal duniawi.
  6. Jadilah penjaga pintu yang baik. “Kita hanya perlu berhenti sebentar dan bertanya ‘kenapa’ sebelum membeli sesuatu.”
  7. Nikmati ruang. “Hidup adalah jeda di antara barang.” Kesemrawutan bisa memadamkan kreatifitas dan membuat hidup kurang harmonis.” Sebaliknya, semakin banyak ruang yang kita miliki, keseharian pun menjadi semakin menyenangkan dan harmonis.
  8. Menyukai tanpa memiliki. Menerapkan hidup minimalis berarti melawan keinginan untuk menghadirkan tiruan dunia luar di dalam rumah kita sendiri.
  9. Bahagia dengan cukup.
  10. Hidup sederhana. Mahatma Gandhi pernah berkata, “Hiduplah dengan sederhanaa agar orang lain dapat hidup.” Dengan tidak menggunakan sumber daya lebih daripada yang kita butuhkan, karena setiap tambahan sumber daya yang kita ambil, berarti mengorbankan orang lain baik saat ini maupun di generasi masa depan.
  11. Mulai dari awal. Kunci pada tahap ini adalah kita harus mengeluarkan semua barang dari unit yang kita pilih. Jika memilih laci, balikkan laci itu dan keluarkan semua isinya. Proses berbenah akan lebih mudah jika kita menganggapnya sebagai proses memilih barang untuk disimpan, bukan dibuang.
  12. Buang, Simpan, atau Berikan. Jadilah dermawan. Barang yang selama ini berada di rumah anda, tidak dipakai dan tidak disayang, mungkin bisa lebih berguna dan menyenangkan hati orang lain.
  13. Alasan setiap barang. Kita bisa hidup dengan seperlima barang yang kita miliki saat ini tanpa merasa kehilangan apa pun.
  14. Letakkan semua barang pada tempatnya.
  15. Semua permukaan bersih.
  16. Ruang. Teknik Ruang berasal dari desain sistem, yang pada dasarnya membagi suatu sistem yang besar dan kompleks menjadi komponen yang lebih kecil dan dikelompokkan secara spesifik.
  17. Batas. Hidup minimalis berarti selalu mengontrol barang-barang yang kita miliki, dan cara yang paling efektif untuk melakukannya adalah dengan menerapkan batas.
  18. Satu masuk, Satu keluar. Setiap kali ada barang baru, barang lama yang serupa harus dikeluarkan.
  19. Kurangi. Anda-lah yang harus menentukan daftar kebutuhan anda sendiri, lalu menyesuaikannya dengan kepemilikan anda saat ini.
  20. Perawatan setiap hari. Jangan berhenti merapikan dan membereskan rumah.
  21. Rapikan, Rawat, Simpan di Semua Ruangan di Rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s