Bintang, Tere Liye

Pada Novel-novel fantasi Tere Liye sebelumnya saya tidak sempat mengulas satu-persatu. Namun saya merasakan sayang sekali jika kali ini tidak saya review atau mencatat sebagian isi novel yang cukup membuat saya ikut cemas dan deg-degan di setiap perjalanan mereka. Ini merupakan kedatangan kedua mereka ke klan Bintang.

Raib, Seli, dan Ali adalah tiga sahabat dari tiga klan berbeda. Mereka merupakan petarung hebat dengan kelebihan masing-masing yang memiliki sarung tangan sebagai sumber kekuatan. Bintang menjadi perjalanan babak keempat mereka setelah pertarungan-pertarungan di Bumi, Bulan, dan Matahari. 

Jika dalam novel Matahari sebelumnya saya menemukan ada spesies ubur-ubur abadi, maka dalam novel Bintang ada spesies baru lagi yang kemudian saya cari lebih banyak di google yaitu lung fish yang hidup di Afrika.

Petualangan mereka kali ini membawa misi penting untuk menjaga agar pasak bumi tidak dihancurkan oleh Ketua Dewan Kota Klan Bintang. Sekali pasak itu dilepas, semua kehidupan di klan permukaan akan binasa kecuali Kota Zaramaraz.

Dunia Paralel yang diusung Tere Liye adalah cerita panjang yang dapat membuat saya berfikir bahwa kita, manusia, adalah bagian amat kecil dari bumi. Novel ini sekaligus membuat saya belajar lagi tentang struktur bumi.

“Lapisan-lapisan bumi secara sederhana dibagi menjadi tiga. Paling atas disebut litosfer atau kerak bumi. Tebalnya 100 kilometer. Lapisan kedua disebut mantel atau selimut bumi. Tebalnya hingga 2.900 kilometer. Bagian ini paling tebal dari bumi, terbuat dari bebatuan silikat, dengan densitas atau kepadatan tinggi. Pergeseran lempeng benua, gempa bumi, gunung meletus, dan semua peristiwa alam besar yang terjadi bersumber dari pergerakan lapisan ini. Kalian pernah melihat peta dunia? Silakan geser dan rapatkan Benua Amerika dan Benua Afrika, dua benua itu akan menempel dengan pas, karena memang jutaan tahun lalu dua benua tersebut menyatu. Mantel adalah lapisan yang terus bergeser. Lapisan ketiga atau terakhir disebut inti bumi, yang dibagi menjadi dua: inti luar dan inti dalam. Inti luar berbentuk cairan atau likuid, yang terbuat dari besi dan nikel mendidih setebal 2.000 kilometer, sementara inti dalam dipercaya berbentuk solid karena tekanan dan suhu yang luar biasa,” (hal. 96).

Mereka berangkat ke Klan Bintang dengan dua kapsul lainnya yang dipimpin oleh Miss Selena di satu kapsul dan Panglima Barat Sad pada kapsul lain. Naasnya, Panglima Barat Sad meninggal saat perjalanan menuju pembangkit listrik tenaga magma—titik pertama pencarian pasak bumi.

Membaca novel-novel fantasinya Tere Liye seperti membaca ensiklopedia yang membuat saya sering membuka wikipedia tentang kehidupan lain di luar bumi tempat tinggal kita sehari-hari ini. Pencarian saya kemudian menemukan Kola Superdeep Borehole yang merupakan lobang terdalam di dunia yang ditemukan di Rusia.

Si genius Ali menghitung dengan cermat ada enam titik kemungkinan terdapatnya pasak bumi. Pembangkit listrik tenaga magma, Ruangan Padang Sampah, Pantai Pesisir Tenggara, Ruangan Peternakan Timur, dan Ruangan Padang Senyap (setelah satu titik dibantu oleh Baar dan kawan-kawan) sedihnya tak satu pun tempat titik pasak bumi berada. 

Raib sebagai putri keturunan murni Klan Bulan dengan kekuatan penuh akhirnya menemukan Ruangan Penjara Klan Bintang-lah tempat yang mereka cari. Satu masalah teratasi sekaligus membawa satu babak lagi masalah baru, bebasnya si Tanpa Mahkota dari Penjara Bayangan di bawah Bayangan yang telah bersekutu dengan Tamus dan Fala-tara-tana IV.

Bingung dengan nama-nama aneh di atas? Semoga lain waktu saya mampu mengumpulkan niat untuk me-review semua novel di Dunia Paralel Tere Liye, hehe. 

Ps: saya membaca Novel Bintang dari e-book gratis yang didapat dari sini. Lumayan yaaa, it’s saved my money. Terima kasih, kakak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s