Menakar Kesetiaan

Untuk A

Terkadang aku ingin mencumbu kesetiaan di pagi hari, kepadanya segala perih kusandarkan di tengah rintik hujan yang hanya diam kusapa. Meskipun kadangkala—seringnya—saat senja datang tepat waktu, ia meninggalkanku begitu saja.

Sesulit apa menakar kekecewaan? Apakah seperih luka yang disiram air laut? Kemudian seseorang berbisik di atas dadaku berkata “Jangan bodoh mencoba-coba menakar kekecewaan, bahkan mereka ulang kejadian kriminal saja tak ada yang mampu disajikan secara benar dan akurat.” “Dasar perempuan,” umpatnya lagi.

Tak kuurungkan niatku mencari dengan terus menyusuri jalanan agar kutemukan penakar kekecewaan. Syukur-syukur alatnya dapat juga kupakai untuk menakar kebahagiaan atau minimal dapat kuintip seberapa tebal atau tipisnya derajat kesetiaan seseorang. “Lalu setelah kau temukan digital yang menunjukkan angka-angka kesetiaan kekasihmu, kau mau apa?” katanya lagi.

Entahlah. Seperti takdir, cinta mungkin memilih jalannya yang sunyi, tanpa bisa ditakar, tanpa mampu diintip, apalagi ditawar. Jalan ini terasa begitu panjang sekaligus melelahkan.

Padang Panjang, 08 Januari 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s