Bridezilla (part 2)

06/04/2017 § Leave a comment

When you look for the right person, you always end up with the wrong one. But when you just sit by the corner and wait, he comes along and shares the corner with you.” –Unknown Author

Jadi di sini ada berapa orang yang pacaran lama, mungkin sembilan tahun, apa tujuh tahun, apa lima tahun, dan nggak dilamar-lamar? Rasanya kayak apa sih? #kemudiandijitak.

Dan saya adalah tipe orang yang nggak bisa pacaran sebenarnya. No, saya juga bukan termasuk golongan yang mengharamkan pacaran. Apa ya, pokoknya nggak bisa dan nggak pernah pacaran lama. Bentaran, ya pernah, tapi kok ya bawaannya kalo nggak cinta banget trus jadi posesif dan putus, atau LDR lalu kebanyakan parno dan putus, dan jadilah saya menenggelamkan diri dalam novel-novel koleksi saya daripada galau nggak jelas. #mulaitoomuch

Lalu kesantaian saya merambat semakin asyik dan menyenangkan dalam novel ataupun perjalanan-perjalanan saya, hingga menikah is not a must thing to do dalam waktu dekat buat saya. Sebagai anak, mungkin saya rada-rada durhaka karena nggak pernah menanggapi permintaan serius orangtua tentang segera menikah. Sebagai anak yang terlahir dari keluarga konvensional, tentu keputusan saya mencari dan menemukan calon yang tepat untuk dijadikan suami dengan rentan waktu yang cukup lama ini adalah sesuatu yang menjengkelkan. Begitulah, just sit and wait; saking wait-nya anteng banget saya mesem-mesem aja disodorin banyaaakk calon dari berbagai pihak. HAHAHA!

Hingga sampailah pada hari ini, hitung mundur kurang dari tiga puluh hari lagi. Kombinasi nggak bisa pacaran lama dengan sit and wait tadi menjadikan kami berkenalan, dekat, saling mengenal lebih dalam, hingga 6pm melamar hanya butuh waktu enam bulan saja. ALHAMDULILLAH. And the clock has been ringing over and over the tunes already. GROGOL GILAK, KAKAAAK!

Many friends started asking about my preparation. So far, everything is fine and still… sleepless. 6pm yang diharuskan dipingit oleh keluarganya jadi jarang bertemu dengan saya, tapi ya, tentu kami masih curi-curian waktu untuk kangen-kangenan. Hahahalah! Nakal memang, tapi kan rindu. *tsah

Wejangan demi wejangan pun menghiasi hari-hari saya. Dari telepon teman kuliah yang beda kota, teman instansi yang udah mutasi, hingga keluarga besar. Juga ada pihak-pihak yang dengan senang hati memberikan petuah-petuah miringnya yang apalah-apalah itu. Ah, thank you, guys, kalian that’s what friends are for, deh.

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bridezilla (part 2) at Adek's Blog.

meta

%d bloggers like this: