Menjemput Yadas

Pukul dua belas lebih empat puluh sembilan dini hari, tiga orang lelaki memasuki sebuah kedai bernama Nusantara. Satu orang berumur lima puluh tahunan dan dua orang lainnya sekitar tiga puluh tahunan akhir. Satu di antara tiga puluh tahunan itu tampak paling menonjol. Kulitnya sedikit gelap, rahangnya tegas, lesung pipi dan bermata dalam. Dini hari itu […]

Berdamai dengan Tukang Klaim

Sebagai orang yang hobi kelayapan, saya pernah menjadi seseorang yang sangat impulsif dan di saat yang sama juga begitu saklek. Ya, saya pernah mengetok palu bahwa saya tidak akan pernah menjejakkan kaki di bumi Malaysia. Kenapa? Karena negara itu hobi betul mengklaim yang bukan miliknya sebagai kepunyaan mereka. Tentu ini bukan masalah nasionalisme saya yang […]