Partikel: Sebuah Kolaborasi Apik dan Asik oleh Dee dan Reza

Penulis   : Dee Lestari
Penerbit : PT. Bentang Pustaka, 2012
Tebal     : 500 halaman

Adalah Zarah sebagai tokoh utama yang diusung Dee dalam buku Partikel, Supernova keempat yang telah rilis 13 April 2012 lalu. Dua kali menelepon Gramedia Padang bukan berarti saya boleh lega dan bisa langsung membaca Partikel setelah dua minggu di-launching setelah sebelumnya terprovokasi oleh kehebohannya di sosial media. Atau memang seolah telah terhipnotis akan kehebatan tulisan Dee. Namun akhirnya takdir membawakan Partikel kepada saya lebih awal tanpa penantian lebih, tentu bukan melalui UFO atau aliennya Dee, tetapi adalah pemberian sahabat saya di Yogjakarta. Life is good, isn’t it?  😉

Pencarian. Satu kata yang saya dapat simpulkan dalam buku ini. Dee melalui Zarah menuturkan sebuah pencarian panjang yang berawal dari tempat berpengaruh Bukit Jambul di desa Budi Luhur, Jawa Barat.

Dimulai dengan keganjilan: pernikahan saudara angkat anak-anak Abah dan Umi, Zarah dan Hara lahir. Dibesarkan dengan cara yang tidak lumrah, yaitu metode belajar langsung dari alam yang digembleng oleh sang ayah, Firas. Kekerasan hati Firas mengajar dan bukti yang dilihatkan Zarah membuat sang ibu, Aisyah, menyerah. Firas, seorang ahli mikologi, dosen yang mengabdikan hidupnya untuk penelitian. Tak hanya jamur, tetapi sampai ke penelitian yang menembus dimensi spiritual. Akhirnya membawa Zarah masuk ke “zona Firas”, kemudian Firas pun menjelma sebagai Dewa bagi Zarah.

Kepergian Firaslah yang memaksa Zarah meninggalkan Bukit Jambul mereka. Dari Budi Luhur hingga Kalimantan, lalu meninggalkan Indonesia; dari pemerhati jamur, guru Bahasa Inggris, aktivis lingkungan, sampai menjelma fotografer handal, Zarah menancapkan taringnya untuk satu tujuan: mencari Firas.

London dan Glastonbury mengajarkan Zarah arti sebuah cinta, persahabatan, pengkhianatan, hingga kemudian tersadar akan cinta ke keluarganya yang besar.

Paul adalah sosok yang hadir sebagai pemberi jalan, Paul jugalah yang akhirnya memberi jalan Zarah untuk semakin dekat menemukan pencariannya. Apakah Paul juga berakhir sebagai cinta sejati Zarah yang pernah disakiti, atau kembali hanya menjadi Si Pemberi Jalan? Kita tunggu saja.

Iboga dan Simon Hardiman boleh saja menjadi pilar yang membantu menemukan “pintu keluar” akan pencarian Zarah, tapi menurut saya, adalah Abah sebagai sosok penting yang Zarah temui secara spirit sebelum Abah meninggalkan dunia, yang membawanya pulang ke keluarganya. Dee Lestari dalam Supernova keempat ini menawarkan sesuatu yang lebih kompleks. Kisah keluarga yang penuh cerita: manis, kisruh, pun haru antara ayah ibu, kakek nenek, dan adik kakak yang tidak kita temui di edisi-edisi Supernova sebelumnya. Zarah kembali, ke tempat yang ia bisa sebut rumah, tempatnya untuk pulang. Walaupun kenyataannya-kata Dee-tak ada rumah yg lebih aman daripada rahim ibu.

Satu kritik yang saya temui di Partikel adalah saya masih menemukan pemborosan kata yaitu pemakaian cuma dan hanya di satu kalimat. Lalu saya sangat tertarik cara Dee bernarasi yang jujur, sederhana, dan juga sangat tahu di mana harus meletakkan lelocon kepada pembaca. Ketertarikan saya yang paling tinggi adalah Dee mampu seolah-olah memastikan kepada kita pembaca bahwa warga/penduduk di negara-negara yang Zarah singgahi mengerti dan mampu berbahasa Indonesia.

Pernah mengikuti kelas Reza Gunawan, suami Dee, membuat saya tersenyum-senyum membaca Partikel khususnya di bagian akhir. Sungguh sebuah kolaborasi yang benilai mahal. 😀

3 thoughts on “Partikel: Sebuah Kolaborasi Apik dan Asik oleh Dee dan Reza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s