Permintaan

“Televisi kita sudah rusak ya, Pak?” adik menangis karena siaran kartun kesayangannya akan terlewatkan jika televisi tidak segera membaik.

“Bukan, Mir, semut-semut di tivi itu muncul karena antena televisinya ndak stabil gerak-gerak karena hujan,” ujar Bapak.

Sungut adik bungsuku tak berubah. Sejak vonis kanker darah yang dokter sampaikan sepuluh hari lalu, membuat kami selalu berusaha maksimal untuk membahagiakan Amir dan menuruti semua kehendaknya.

“Tapi gimana Amir mau nontooooon,” teriaknya begitu keras yang jika diukur mungkin saja terdengar sampai di langit kelima. Lalu tanpa sengaja ibu pun terbangun dari tidur siangnya.

Panik. Ibu langsung berbisik kepada Bapak, kemudian memanggilku untuk segera keluar rumah menuju antena televisi. Siang itu untuk pertama kalinya, aku, ibu, dan bapak melakukan hal gila bagi sebagian besar orang. Para tetangga pun berdatangan. Dari dalam rumah, terdengar Amir terbahak menonton kartunnya.

3 thoughts on “Permintaan

  1. Maaf, saya memang orangnya lambat banget kalo mikir.. “hal gila bagi sebagian besar orang” itu maksudnya apa?

    Like

    1. Well, gak semua detil harus dijelasin dalam sebuah cerita apalagi cerita pendek, membebaskan pembaca menafsirkan sendiri itu terkadang menyenangkan. Thank you for coming anyway, Mas.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s