Tiga Cangkir

Rumah di jalan Ciptahadi nomor tujuh belas ini tampak asri, walau tidak mewah namun begitu memesona. Warna cat pagar satu tingkat di bawah warna keramik teras, pot bunga ditata rapi dengan bunga-bunga segar dari halaman depan hingga halaman belakang, tanpa anjing penjaga, dan tentu saja dengan anggota rumah yang sering tampil kompak dan bahagia. Sore […]

Pulang

  Karena rumah adalah tempat segala paling untuk pulang. “Sinta, jangan melulu murung ya, sabarin apa yang udah gak jadi milik kamu,” Ibu membubarkan lamunanku. “Belum bisa, Bu.” “Iya, Ibu ngerti tapi ibu yakin kamu pasti bisa. Ibu butuh keceriaanmu yang dulu.” Cintaku kandas di tepat di lima tahun kami tinggal di rumah ini. Mistis. […]

Cinta Pertama

“Selamat siang semua, perkenalkan saya Tyas. Dosen Sistem Hukum Indonesia kalian yang baru.” Sedikit perkenalan yang terkesan jutek, tapi sepertinya semua mahasiswa pria tak mempermasalahkannya. Mereka malah tak berkedip melihat aura dosen baru ini: mukanya pintar dan yang paling penting body-nya tak kalah seksi dengan Angelina Jolie-semampai dan aduhai. “Wah rugi banget Nino titip absen, […]

Permintaan

“Televisi kita sudah rusak ya, Pak?” adik menangis karena siaran kartun kesayangannya akan terlewatkan jika televisi tidak segera membaik. “Bukan, Mir, semut-semut di tivi itu muncul karena antena televisinya ndak stabil gerak-gerak karena hujan,” ujar Bapak. Sungut adik bungsuku tak berubah. Sejak vonis kanker darah yang dokter sampaikan sepuluh hari lalu, membuat kami selalu berusaha […]

Jamuan

“Silahkan dibuka oleh-olehnya, Sayang,” bisik suamiku tepat di daun telinga kiriku. Tak sabar, sambil merangkul pinggangnya, kami menuju taman belakang rumah. Sebuah tempat indah-favoritku, di mana kami biasa menghabiskan waktu senggang-selepas suamiku pulang kantor atau di waktu libur. Hadiah ini bukan karena aku berulang tahun tapi suamikulah yang berulang tahun. Kami memang punya kebiasaan yang […]

Jendela Berterali Oranye

Kali ini ibunya datang dengan selendang warna ungu-walaupun ibunya bukan janda, rok kembang bunga melati kecil-kecil, ditemani satu tahi lalat yang baru hadir di atas bibir tipisnya-padahal di pertemuan terakhir kami belum ada, dan yang lebih khusus si ibu datang membawa kitab suci. Mungkin karena anak laki-laki nomor duanya itu harus lebih mengingat Tuhan. Didekapnya […]

Poni

“Jangan datang telat lagi ya, Purwo Syahputra Nugraha,” ujarku sambil tersenyum mengingatkan pertemuan kami besok untuk fitting . “Ya salam lengkapnya, gak perlu kayak gitu juga kali Rani Putriningtyas Binti Muhammad Kahar,” balas calon suamiku sambil mengacak-acak poni baruku. “Ih gak mau! Jangan diacak-acak gitu!” “Ya udah, ini untuk yang terakhir kalinya deh. Maaf.” ucap […]

Telur Dadar Asap

CUACA di luar sedikit mendung mungkin karena sudah memasuki musim hujan yang ditandai dengan bulan-bulan kalender yang berakhiran ber. Sebaliknya, suasana rumah begitu gemuruh. Angin pun turut meramaikan riuhnya. “Ayah, balon warna hijaunya mana?” “Habis, Bu.” “Lho, kok ndak dicari lagi di warung lain tho, Yah? Nanti pasti Lita nangis.” desak Bu Tio. “Ndak usah […]

Rotus

Di sebuah sudut malam salah satu instansi vertikal itu, aku bertemu lagi dengan burung yang tak pernah ingin kutahu namanya. Aku memanggilnya Rotus-seperti nama baruku. Konon setiap burung itu bercericit adalah pertanda akan ada kematian. Kematian yang datang dari rumah sekitaran burung itu hinggap, atau keluarga besar dari keluarga itu, atau pernah suatu ketika tamu […]