Blunder

Riuh tepuk tangan. “Kita sambut mahasiswa Psikologi paling berprestasi, Guntur Nugraha. Hanya ibu yang mewakili. Bangganya meninggi, melebihi sasak rambutnya di malam resepsi itu.

Dada pun hatinya sudah terkesiap. Sabtu malam yang luar biasa. Ramai. Dompet menjadi semakin tebal, tersenyum membayangkan adik bungsu, Hilda, melanjutkan pendidikan di SMU ternama. Ah andai saja tubuh ini dapat dibelah dua, sekali saja. Pintanya.

“Guntur, salam buat papa. Seperti mama, Beliau pasti bangga sama kamu. Jangan lupa oleh-oleh pesenan mama.” “Pelanggan yang ke-5, tanggung dibalas sms mama.” keluh hatinya yang tak bersesal.

“Ini stok lama, tajir, dan beri dia melebihi sesanggupmu maka kita akan dapat lebih dari sekedar lebih, Tur, maksudnya, Cindy.”

“Iya, Om, Pa!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s