Ada dan Keberadaan

Kekasih, sesekali aku ingin diajak ke sumber mata air. Ia ada tanpa awal, ia adalah awal yang mengaliri sepenjuru aliran sungai bahkan laut. Pun air di rumahmu, yang sampai ke perutmu.
Kekasih, setelah itu aku juga ingin melihat bagaimana cendawan tumbuh pertama kali, aku yakin tempat lembab yang dipilihnya tidak kotor. Itu pastilah bukan tempat yang buruk, toh dia pernah ada di piring saji di suatu tempat yang kita lihat terbandrol sebuah harga bukan?
Satu lagi, aku ingin sekali kau ajak ke padang rumput, mengapa mereka tak pernah lelah, tumbuh lalu mati dibunuh manusia lalu tumbuh kembali.
Aku ingin seperti mereka, ada karena suatu hak cinta, cinta tanpa syarat, berharga, ada tanpa bantuan pihak manapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s