Usai

Jangan salahkan malam untuk setiap pertanda mimpi kita yang usang, karena malam tak pernah salah dalam menterjemahkan kelam. Pun pekatnyalah yang selalu membantumu mengejawantahkan rindu, bukan? Ya, rindu yang dulu pernah kita cicip, sekejap yang berakhir di ujung lancip.

Dan ketika sekarang yang ada tinggal puing, kuberharap di suatu pagi yang lain, bukan pagi ini tempat kau tinggalkan setelah kepergianmu yang dingin, akan kita jumpai mimpi sempurna nan mampu membuat dunia tertawa, walau itu waktumu waktuku, masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s