Setengah Gelas Lagi

Dua bulan adalah waktu yang cukup lama bagiku untuk menunggunya. Semua tergantung pulsa dan jaringan, masalah klasik (kami). Kadang kemuakanku juga sering mengalasankan dua hal itu, “bodoh, mau saja kutipu,” gerutuku suatu hari ketika kubilang kalau pulsaku habis, saat ia memintaku untuk menghubunginya, di waktu yang sama iapun belum gajian sehingga akhirnya malam itu kami […]

Usai

Jangan salahkan malam untuk setiap pertanda mimpi kita yang usang, karena malam tak pernah salah dalam menterjemahkan kelam. Pun pekatnyalah yang selalu membantumu mengejawantahkan rindu, bukan? Ya, rindu yang dulu pernah kita cicip, sekejap yang berakhir di ujung lancip. Dan ketika sekarang yang ada tinggal puing, kuberharap di suatu pagi yang lain, bukan pagi ini […]