Untuk Lelaki Bernama Sajak

Dear Kak,
Izinkan saya menuliskan surat tidak cinta dan tanpa tinta ini kepadamu. Kenapa surat tidak cinta, karena saya takut dikubur hidup-hidup sama Dian. 🙂 Dan tanpa tinta adalah karena saya menuliskannya pake hati (halah), tuhkan lama-kelamaan saya sudah mirip lebaynya kayak kakak.

Kak,
Saya banyak belajar dari racauan-racauanmu di twitter selama ini, saya mencoba belajar bikin tulisan-tulisan (belum berani menamakannya sajak atau puisi karena malu, saya orangnya pemalu). Oya kak, sebenarnya pas kakak di Padang beberapa waktu lalu, saya mau bertemu tapi karena saat itu kita belum saling follow saya tidak bisa DM. Kapan-kapan kita ketemu ya?

Kak,
Kamu kok kurus kali sih, ayo dong digemukin dikit aja badannya. Nanti kalo kurus gitu dibilang orang sering makan hati lho (eh, ditoyor). Oya kak, minggu depan ada acara pembacaan puisi di taman budaya Padang, saya diundang sama Esha melalui facebook. Rencana saya akan datang. Ngomong-ngomong tentang facebook, kok saya belum dikonfirmasi sih kak? Ayo dong di-confirm itu lho yang namanya sri maya sari, awas kalo gak ntar saya asah golok lho buat jaga siskamling (eh gak nyambung yak?). Trus kapan kakak mau ngajarin saya bikin sajak nih atau sesekali bikin sajak buat saya dong kak.

Gimana kabar Makasar, Kak? Kakak juga apa kabar, katanya abis sakit ya? Hmmm saya udah ngantuk Kak, last but not least salam ya buat Ibu. 🙂

From: @adekmaia
Teruntuk: @aanmansyur

One thought on “Untuk Lelaki Bernama Sajak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s