Bemo

Dear Bemo,
Sebelum lu bingung nanya-nanya gw kenapa kok gw jadi nulis surat untuk lo. Sekarang gw jelasin kalo ini adalah project-nya @ekaOtto dan @perempuansore di twitter yang namanya #30HariMenulisSuratCinta. Gw yakin lo gak ngerti, secara lo gak punya akun twitter dan antara kita berempat lo yang paling culun, eh culun-culun gitu lo yang nikah duluan yak? Oke-oke kalo untuk yang satu ini lo memang yang paling jago.

Bem, gw pengen muntah (sebelum lo muntah ato pingsan duluan) karena mau-maunya gw ngirim surat cinta ke lo, cuihh! :p. Gw sekarang lagi di jalan dari Payakumbuh ke Padang, tiba-tiba gw inget lo. Makanya malam ini gw dedikasikan surat gw ke lo dan nanti gw share di wall fb lo, lo harus baca. HARUS! 🙂

Oiya, belum berapa lama ini gw nulis di wall fb lo “apa kabar bemo, masihkah beroda tiga?” Itu juga pas tiba-tiba gw inget lo. Bem, lo, Rika, dan Anda adalah makhluk-makhluk yang gak mungkin gw lupain. Kalian ada space khusus di hati gw. Kita berempat itu ibarat jalan raya dan lampu merah, saling melengkapi. Dan mungkin keadaan saat ini bisa dikatakan kita sedang berada di jalan persimpangan dengan lampu kuning, harus hati-hati.

Seiring waktu berlalu, tak terasa bahwa persahabatan kita sudah lebih sepuluh tahun. Kita bertemu di tahun 2000, satu kelas di SMU 10 Padang, kelas I.6. Dan moment awal yang membuat kita kompak dan berlanjut sebagai genk adalah homestay di Maninjau. Masih ingatkan kalau homestay itu ada andilnya orang gila yang paling gw takutkan?

Bem,
Gw kangen saat-saat kita makan Bakso Bandung (BB) di Sawahan, saling patungan, saling traktir, pas jam pulang sekolah. Gw kangen nonton konser kadang sama Rika dan Anda, kadang sama temen-temen tetangga lo. Dan kebiasaan rutin kita adalah mentraktir di hari ulang tahun kita masing-masing, duduk di sudut Texas Taman Melati, berjam-jam ngobrol dari A sampai Z balik ke A lagi, mungkin kalau di F1 obrolan kita hampir 20 lap. Oiya obrolan terakhir kita adalah kado di saat masing-masing kita nikah kan? Yah sampai di sesi ini, gw sedikit sedih. Oke malam ini gw gak mau mengingat hal-hal sedih, cuma mau flashback yang seneng-seneng aja.

Bem,
Tetangga lo yang pernah naksir gw itu namanya siapa (eaaa). Apa kabar dia sekarang. Eh gw lupa namanya Bem. Eh yang naksir gw apa dia Bem, LOL. *lupa beneran*. Bem, di surat ini gw mo minta maaf sekali lagi gak bisa liat Papa untuk terakhir kalinya. Jujur sampe sekarang ada semacam penyesalan kecil di hati 😦

Bem,
Semoga rumah tangga lo langgeng ya, sampe ajal menjelang. Cepat punya anak lo, gw pengen dipanggil mamah sama anak lo, gw gak mau dipanggil tante pokoknya. Kayaknya kalo Rika lebih cocok dipanggil Etek (secara kan Rika paling kecil) dan Anda lebih enak dipanggil Tante. Gw kangen kalian, tahun ini kita kumpul ya. Gw berharap, sangat berharap.

Padang, 21 Januari 2011
@adekmaia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s