Bukan Lagi Aku yang Dulu

Maafkan, untuk setiap ucap

Lidahku telah berubah, berubah dalam sekejap yang bahkan lebih cepat dibanding petir

Menggetarkan memang, menakutkan kadang, namun setelahnya?

 

Ini bukan lagi aku, aku yang dulu memberikan warna-warni itu

Semua telah sirna, dimakan zaman yang mari kita sebut saja kejam

Oh bukan, bukan sayang. Tapi kutukan, biarlah disebut begitu agar kita nantinya melegenda

 

Tak ada lagi jingga sore, apalagi pelangi yang selalu saja kau tunggu

Bahkan seingatku, kau sering memintanya dua bukan?

 

Pergilah, menjauhlah, dunia lain menunggumu

Kubur saja segala yang kau sebut itu rindu

Kini telah usang, tertutup awan kelam yang setia menggelantung seiring permintaanku

Dunia ini akan selalu malam, kelam, dan akan memenjarakanku dalam diam

 

Sudahilah

Kenanglah

Hanya itu untukmu

Bersyukur kau masih punya itu

 

Tutuplah semua nadi kehidupan kau dan aku, dulu

Kemasilah dan jangan sisakan satu carik pilu padaku

Bukan menghantuiku

Tapi justru balik membunuhmu

 

Kelabu ini bukanlah duka

Adalah pelepas tanya

Penjawab jiwa

2 thoughts on “Bukan Lagi Aku yang Dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s