DI UJUNG SENJA

MATA ITU SEPERTI TAK LEPAS MEMANDANGIKU DUA SEMESTER INI. Tapi setiap ku tatap balik, dia membuang mukanya.
“Hai, boleh pinjam catatan pemikiran Negara-negara berkembang tadi? ”
“Gw juga gak nyatat, sori.”
“Ntar sore boleh maen ke rumah gak?” Aku memberanikan diri, ingin menyibak apa yang ada di pikiran perempuan ini. Bermaksud apa? Tentu baik, aku pria baik-baik!
“Di cafe belakang kampus aja ku tunggu sehabis kuliah terakhir. Jam 5.”

Mal, akhirnya menjadi tujuan (awal).
“Nonton yuk? Suka film apa?”
“Yang romantis deh pokoknya.” Ternyata semua perempuan melankolis!
“Wah semua horor tuh, gimana ya. Berani gak horor aja?”
“Ngga deh ciiiin.” Ternyata dia mulai menunjukkan hatinya, genitnya, perasaannya. Untukku??
“Gini, kita nonton DVD aja gimana. Di rumah ku.” Pungkas gadis itu.
“Gak masalah, film apa?”
“Tapi kamu suka kan drama romantis gitu?”
“Pleasure.”
“Random Heart ya?”
“Im with you.”

Coklat, kacang, soft drink. Ya sempurna untuk menemani nonton.
“Kok cewek-cewek suka romantis-romantis gitu? Pengalaman pribadi atau karena ingin seperti script, drama queen gitu?”
“Gak tau.” Aku tau dia ngarang.

(Adegan di rumah pinggiran kota, Dutch Van Den Broeck menunggu Kay datang)
“Aku suka kamu.”
“Sudah tau.” Hemat ku.
“Kau tidak? Dasar egois, nunggu aku bilang duluan ya?”
“Sama, di mana-mana makhluk dari Mars ini memang menyebalkan.” Sambil menepuk dadaku.
“Gak juga.” Seketika ku ucapkan apa yang seharusnya ku ucapkan dari jam 2 siang tadi! Menunggunya, membantunya sampai detik ini.

AKU SUDAH MENIKAH!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s